BALIKPAPAN--Penandatanganan berita acara pengambilan kunci kios di Plaza Kebun Sayur (PKS) yang berlangsung pada Kamis (29/4) diwarnai protes. Pengambilan kunci sendiri baru akan berlangsung pada Senin (3/5) nanti.
“Kenapa tarifnya sudah ditentukan, sedangkan kami belum masuk berjualan, apalagi yang ditentukan cukup besar, dari mana bisa didapat angka Rp 70 ribu untuk tarif kebersihan,” protes seorang pedagang PKS.
Protes itu terjadi saat proses administrasi penandatanganan BAP pengambilan kunci kios PKS berlangsung. Pedagang mengaku sangat keberatan dengan besarnya tarif kebersihan yang ditetapkan pengelola.
Selain itu, pedagang komplain karena penetapan tarif kebersihan dilakukan tanpa terlebih dahulu sosialisasi. Sementara itu, pihak pengelola PKS menandaskan bahwa penetapan tarif kebersihan Rp 70 ribu perminggu telah melalui proses yang panjang.
“Saya minta maaf, tapi penentuan tarif ini, sudah dirapatkan sebelumnya dengan jajaran kami, kami juga mempertimbangkan segala hal untuk menentukan tarif tersebut,” ungkap Direktur PT Gusher Mitra Sejahtera (UGM), Suwandi Notopradono saat meyakinkan para pedagang.
Terkait protes tarif kebersihan, Suwandi mempersilakan para pedagang untuk mengajukan surat keberatan kepada pihak pengelola PKS. Ia menandaskan, dirinya tidak bisa memutuskan apakah yang telah ditetapkan tersebut dapat diubah sesuai harapan para pedagang.
“Silakan perwakilan pedagang ajukan surat ke kami, supaya kita bisa agendakan pertemuan membahas masalah ini,” terang dia. Kembali Suwandi memaparkan, pihaknya akan memaparkan seluruh pertimbangan sebelum menentukan tarif retribusi kebersihan.
Yang jelas, semua langkah dilakukan secara transparan. “Nanti kita jelaskan Rp 70 ribu itu didapat dari mana, semua kita paparkan, pokoknya transparan,” tutur dia. “Tapi nanti hasilnya akan ditentukan setelah kita adakan pertemuan dengan jajaran saya, supaya semua puas, tidak ada lagi yang keberatan,” papar dia.
Hasil penandatangan BAP pengambilan kunci kemarin, baru 400 orang dari total 567 pedagang eks kebakaran yang menyelesaikan proses administrasi. “Baru 400 yang sudah tanda tangan. Yang belum lunas, belum bisa dapat,” imbuh Suwandi lagi.
PKS sendiri memiliki sekira 900 kios yang terbagi menjadi 4 lantai. Khusus untuk pedagang eks Shopping Center yang akan menempati lantai satu dan dua PKS, mendapatkan subsidi sebesar Rp 10 juta dari Pemkot Balikpapan dari harga kios sebesar Rp 66 juta.
Sedangkan untuk total pedagang (eks Shopping dan pedagang umum yang tidak menerima subsidi, Red) yang telah menandatangani berita acara sebanyak 580 orang. Mereka akan menempati kios seluas 3x2 meter persegi. “Untuk keseluruhannya sudah ada 580 pedagang,” imbuh Suwandi.(Sumber :Metro Balikpapan:30 April 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar